Hati-hati! 3 Hal Ini Dapat Memicu Tumbuhnya Kanker di Tubuh

March 8, 2018 sofiya 0

 

Hingga hari ini, kanker masih menjadi momok yang sangat menakutkan bagi manusia. Sejak pertama kali ditemukan, kanker telah membunuh ribuan bahkan jutaan manusia. Yang menjadikan penyakit ini sangat mengerikan adalah karena penyakit ini bisa menyerang siapa saja; tua atau muda, pria atau wanita, kapan dan di mana saja secara tiba-tiba.

Apa itu Kanker?

Kanker adalah istilah yang diberikan pada suatu penyakit yang memiliki satu kesamaan. Dalam semua jenis tipe kanker, sebagian dari sel yang terserang kanker akan mulai terpisah, berkembang dan menyebar ke seluruh jaringan organ tersebut.

Kanker bisa menyerang ke seluruh bagian tubuh manusia, yang di mana terdiri dari triliunan sel. Normalnya, sel di tubuh manusia akan tumbuh dan berkembang untuk membentuk sel baru saat tubuh membutuhkannya. Ketika sel di dalam tubuh menua atau rusak, sel ini akan mati dan digantikan sel oleh sel yang baru.

sel kanker tumbuh

Namun berbeda dengan orang yang menderita kanker, proses seperti di atas mulai rusak. Sel mulai berprilaku abnormal, sel yang seharusnya mati tetap bertahan hidup dan sel baru terbentuk meski tubuh tidak membutuhkannya. Sel tambahan inilah yang akan terus berkembang tanpa henti dan suatu saat berkembang menjadi sesuatu yang disebut tumor.

Kebanyakan dari kanker membentuk tumor padat yang mana terbentuk dari tumpukan jaringan sel. Meski begitu, beberapa jenis kanker seperti leukimia atau kanker darah biasanya tidak membentuk tumor padat.

Tumor kanker bisa sangat ganas, artinya tumor ini dapat menyebar dan menyerang ke jaringan di sekitarnya. Lebih parah lagi, seiring dengan pertumbuhan tumor, beberapa sel kanker akan terpecah dan tersebar ke seluruh bagian tubuh melalui darah dan membentuk tumor baru jauh dari lokasi tumor sebelumnya.

Hal yang Menjadi Pemicu Utama Kanker

Ada banyak hal yang bisa menjadi pemicu terjadinya kanker pada tubuh seseorang, dimulai dari gaya hidup hingga garis keturunan. Semua pemicu tumbuhnya sel kanker tersebut dibagi menjadi 3 kategori:

  • Gaya Hidup

Gaya hidup mencakup segala hal yang dilakukan seseorang setiap harinya; makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya, jumlah istirahat yang diambil setiap hari, atau kegiatan fisik yang dilakukan. Kesemua ini akan mempengaruhi bagaimana tubuh seseorang berkembang dan bertahan terhadap penyakit.

Ada beberapa makanan yang jika dikonsumsi terlalu banyak akan memicu tumbuhnya tumor yang kemudian berkembang menjadi kanker. Seperti halnya MSG yang terdapat pada penyedap makanan, kemungkinana akan menyebabkan kanker jika dikonsumsi dengan jumlah yang berlebihan dalam jangka waktu yang panjang.

kanker dan rokok

Selain makanan, gaya hidup yang paling banyak menyebabkan timbulnya kanker adalah merokok. Ada sekitar 40 kandungan berbahaya yang masuk ke dalam tubuh ketika seseorang menghisap sebatang rokok. Jika dilakukan terus menerus dalam jangka waktu yang lama, kebiasaan merokok akan beresiko memicu kanker paru-paru dan tenggorokan.

  • Keturunan

Kita memang tidak akan bisa memilih dari siapa kita dilahirkan dan penyakit apa yang akan diturunkan dari orang tua kepada kita. Namun dengan mengetahui bahwa orang tua kita memiliki riwayat kanker maka kita bisa melakukan tindakan pencegahan lebih cepat.

Penelitian membuktikan bahwa orang yang berasal dari orang tua yang memiliki riwayat penyakit kanker memiliki persentase resiko terkena penyakit kanker lebih besar. Maka lakukan pengecekan medis rutin untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tumbuh pada tubuh kamu.

  • Lingkungan

Meski kamu tidak merokok tapi jika kamu berada di lingkungan perokok, kamu masih punya resiko terkena penyakit kanker. Maka berhati-hatilah dalam memilih teman dan lingkungan tempat tinggal. Pilih lingkungan yang sehat dan jauh dari asap rokok. Selalu makan makanan yang bersih dan bergizi seimbang, jangan lupa olahraga dan istirahat teratur.

Lakukan Hal Ini Agar Tetap Sehat Diatas Usia 40

December 15, 2017 sofiya 0

Tidak masalah seberapa sering kamu berkata “umur hanyalah angka”, selalu penting untuk mengingat bahwa vitalitas tubuh akan mulai menurun secara alami seiring dengan bertambahnya umur. Kalau kamu tidak merawat tubuh dan kesehatanmu dengan baik, suatu saat penyakit tertentu akan berkembang dan menggerogoti tubuhmu. Penyakit ini akan memberikan ketidaknyamanan dan memangkas masa hidupmu secara signifikan.

Sebagai seorang pria, salah satu yang menjadi perhatian adalah tingkat testosteron yang akan terus berkurang setiap tahunnya. Namun begitu, ini bukan satu-satunya aspek kesehatan yang harus kamu khawatirkan. Ada beberapa hal lain yang harus kamu tahu agar kamu bisa merawat dan terus sehat di masa tuamu nanti.

pria sehat diatas 40

  1. Hypoandrigenism

Kekurangan androgen atau testosteron rendah adalah kondisi yang saat umum terjadi di kalangan pria lanjut usia. Menurut MedScape, setidaknya 39% pria di umur 45 ke atas memiliki level hormon anabolis dan seks yang redah. Kondisi ini dapat menyebabkan pria merasa lemah, depresi, dan kehilangan gairah seksual. Hal ini juga dapat mempengaruhi otak dan kesehatan jantung.

  1. Depresi

depresi dan stressPria di atas umur 40 tahun juga memiliki tingkat resiko depresi yang tinggi. Gejala depresi sendiri bisa dialami lebih awal, namun resikonya akan lebih buruk di umur-umur ini. Semakin tua, semakin banyak hal yang membuat depresi. Dari hal yang sederhana seperti kalah taruhan judi, hingga yang berat misalnya dipecat dari pekerjaan dan sulit mendapat pekerjaan kembali.

  1. Diabetes

Resiko penyakit diabetes meningkat di umur 40. Pasien diabetes juga meningkat setiap tahunnya dengan penambahan 1,4 juta kasus baru di tahun berikutnya. Diabets juga seringkali disertai dengan kondisi lain seperti hipertensi, yang akan memicu terjadinya depresi dan disfungsi sosial pada pria.

Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit ini adalah pola hidup sehat dengan memulai makan makanan sehat dan olahraga degnan teratur. Selalu periksa level gula darah kamu secar berkala dan hubungi dokter jika kamu menemukan kondisi yang tidak normal.

  1. Perut Buncit

Pria biasanya aktif di usia 20-an dan sedikit yang menjelang 30-an. Saat mencapai kepala 4, pria cenderung mengurangi kegiatan fisiknya dikarenakan oleh kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan untuk terus bergerak setiap saat seperti misalnya penurunan kekuatan dan masa otot.

Tubuh yang tidak aktif dapat berkontribusi pada obesitas, depresi, penyakit jantung dan lain sebagainya. Meski otot tidak sekuat sebelumnya, latihan dan olahraga rutin dibutuhkan untuk menjaga kebugaran pria di umur 40 tahun ke atas.

  1. Masalah Jantung

Pria yang sudah melewati umur 40 akan beresiku lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular atau jantung dikarenakan oleh penurunan fungsi jantung. Hal ini bisa terjadi karena banyak faktor seperti kurang olahraga, makan makanan tidak sehat, merokok, obat-obatan dan lain sebagainya. Riwayat keluarga dengan penyakit jantung juga dapat menambah faktor resiko penyakit ini.

Kamu harus berkonsultasi ke dokter secara berkala untuk memastikan jantungmu berfungsi dengan normal. Berpartisipasi dalam kegiatan yang melatih fisik dan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang juga akan menurunkan resiko serangan jantung.

olahraga rutin

Tips Menjaga Kesehatan di Umur 40

  • Olahraga teratur. Metabolisme semakin melambat, oleh karena itu olahraga sangat dianjurkan untuk pria di atas umur 40.
  • Menjaga pola makan. Diet yang baik bukan mengurangi porsi makan tetapi memakan makanan dengan nutrisi yang seimbang.
  • Hindari kebiasaan buruk. Jika kamu suka minum alkohol atau meroko, sebaiknya mulai mengurangi mulai sekarang. Karena tubuh sudah tidak mampu menopang kebiasaan burukmu.
  • Selalu bahagia. Depresi adalah salah satu pemicu penyakit jantung. Usahakan diri kamu bahagia, selalu dekat dengan keluarga dan tetap berpikir positif.

Gejala Utama Kanker Darah dan Bagaimana Menanganinya

December 5, 2017 sofiya 0

tentang kanker darahPernahkan Anda mendengar tentang leukemia? Bagaimana dengan kanker darah? Kedua hal tersebut merupakan hal yang sama dan bisa diderita siapa saja tanpa terkecuali. Di Indonesia sendiri, kasus kanker darah banyak terjadi pada orang-orang dengan usia produktif atau terbilang masih muda. Bahkan ada anak-anak yang sudah didiagnosis menderita penyakit ini. Tentunya hal ini membuat Anda kuatir bukan? Jangan terburu-buru parno.

Kanker darah, seperti penyakit lainnya, bisa diatasi dengan lebih baik jika penyakit tersebut ditangani sedini mungkin. Inilah kenapa sangat penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri utama kanker darah. Jika ciri-ciri sudah muncul, sesegera mungkin melakukan perawatan yang akan meningkatkan prosentase kesembuhan. Nah, apa saja ciri-cirinya?

Ciri-ciri atau tanda-tanda kanker darah memang sangat bervariasi karena kanker darah ternyata ada beberapa jenisnya. Sebagai contoh leukemia limfositik akut, leukemia limfositik kronis, leukemia mielositik akut, dan leukemia mielositik kronis. Masing-masing jenis tersebut bisa jadi memberikan ciri-ciri gejala yang berbeda dan oleh karenanya, penanganannya juga bisa berbeda. Akan tetapi, ada beberapa ciri-ciri utama yang bisa Anda pahami seperti yang tersebut di bawah ini:

  1. Tiba-tiba demam dan menggigil.
  2. Mudah merasa lelah atau terus-terusan merasa tidak memiliki daya.
  3. Gampang mengalami infeksi baik infeksi ringan maupun berat.
  4. Berat badan tiba-tiba turun tanpa alasan yang jelas.
  5. Kehilangan selera makan secara mendadak.
  6. Mudah berdarah dan memar.
  7. Mengalami mimisan dengan intensitas yang sering.
  8. Timbulnya bintik-bintik merah di kulit.

gejala kanker darah

Selain 8 gejala di atas, ada juga beberapa kondisi masalah kesehatan yang bisa diidentikkan dengan timbulnya kanker darah. Makanya menjadi sangat penting bagi Anda untuk mengetahui kondisi masalah kesehatan tersebut agar Anda waspada jangan-jangan memang berhubungan dengan kehadiran kanker darah.

  1. Anemia atau kondisi tubuh kekurangan sel darah merah.
  2. Leukopenia atau kondisi tubuh kekurangan sel darah putih.
  3. Trombositopenia atau kondisi tubuh kekurangan trombosit darah.
  4. Pembekakan kelenjar getah bening.
  5. Pembesaran limpa atau hati.
  6. Rasa nyeri atau sakit yang terasa pada bagian persendian dan tulang.
  7. Berkeringat dengan intensitas tinggi khususnya pada malam hari.
  8. Sindrom myelodysplastic (MDS) yaitu kondisi sumsum tulang yang tidak mampu memberikan suplai sel darah yang cukup bagi tubuh.

gejala kanker darah di kulit kebiruan

Penanganan

Ada dua jenis penanganan yang bisa dilakukan yaitu secara medis dan dengan metode herbal. Untuk metode medis berikut ini adalah beberapa penanganan yang bisa dilakukan.

  1. Kemoterapi

Terapi ini yang paling umum dilakukan untuk penderita kanker jenis apapun termasuk kanker darah. Tujuan dari terapi ini adalah untuk mematikan sel-sel kanker. Akan tetapi ada efek sampingnya. Terapi ini juga bisa merusak sel-sel yang sehat pada saat yang sama.

  1. Transplantasi Sel Induk

Sel induk merupakan sel awal yang membentuk sumsum tulang belakang yang berfungsi untuk membentuk sel darah bagi tubuh Anda. Jika sumsum tulang belakang Anda sudah terkena kanker, maka transplantasi sel induk bisa dilakukan untuk mengganti sumsum tulang belakang tersebut. Akan tetapi, untuk mendapatkan sumsum tulang belakang yang sesuai bukan perkara yang mudah karena harus disesuaikan dengan kondisi spesifik yang dimiliki oleh pasien.

  1. Terapi Radiasi

Radiasi akan ditembakkan ke sumsum tulang belakang. Akan tetapi metode ini hanya efektif untuk stadium awal kanker darah.

Untuk metode secara herbal, berikut ini beberapa penanganan yang bisa dilakukan.

  1. Sarang Semut

Sejenis tanaman ini dipercaya mampu memberikan pengobatan untuk kanker darah karena kandungan anti karsinogen yang terdapat dalam umbinya. Selain itu, tanaman ini juga memberikan efek detoksifikasi yang bagus.

  1. Noni Juice

Berbeda dari sarang semut yang diambil umbinya untuk pengobatan kanker darah, noni juice berasal dari buah noni yang diambil sarinya. Buah yang memiliki bau yang sangat tajam dan membuatnya kurang disukai ini ternyata memiliki banyak senyawa ampuh untuk mengatasi kanker. Hasil riset menemukan kandungan senyawa anti kanker seperti flavonoid dengan intensitas yang cukup tinggi.