Kisah Penderita Kanker yang Tidak Mungkin Merasakan Cinta Sejati

August 8, 2018 sofiya 0

Hingga saat ini tidak ada yang lebih menakutkan dari hantu bernama kanker yang membunuh jutaan nyawa manusia, diam-diam tanpa memandang usia.

Adalah gadis cantik bernama Kathryn dari Sutton Coldfield, West Mids, yang tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya mendapat coklat di hari valentine atau indahnya cinta sejati karena kanker telah merenggut hidupnya sejak usianya masih belia.

Dengan sekuat tenaga, Kathryn telah berhasil mengalahkan kanker, bahkan hingga dua kali. Yang pertama dengan stem cell, dan yang kedua kalinya melalui transplantasi hati. Namun, Oktober 2013, dokter menyatakan bahwa liver barunya kembali dijangkiti penyakit yang sama, telah menyebar ke paru-paru dan tidak mungkin untuk melakukan transplantasi yang kedua.

kathryn - penderita kanker darah

Saat dokter mengabarkan berita tersebut, yang Kathryn pikirkan hanyalah keluarganya. Bagaimana ibu dan ayahnya yang akan sangat terpukul. Dan yang tersulit adalah memberitahukan kabar buruk ini pada saudara perempuan yang sangat menyayanginya.

Ia juga bercerita tentang rasa takut yang selalu menghampirinya meski ia tidak sedang merasa sakit. Dan ketika ia merasa sakit di bagian perut atau hanya merasa tidak enak badan, selalu timbul pertanyaan, “Ya, Tuhan, apakah ini waktunya?”

Didiagnosa leukimia sejak usia 16 tahun membuat Kathryn semakin dekat dengan keluarga. Namun di sisi lain, ia juga harus kehilangan kesempatannya untuk memiliki anak karena dengan kemo artinya dia tidak mungkin bisa hamil.

“Meski saya sedih karena tidak akan bisa merasakan bagaimana cinta seorang ibu ketika melihat anaknya untuk yang pertama kali, tapi waktu telah mengajarkan saya untuk menghadapi ini semua. Saya tidak akan menangis, tidak lagi.”

Kini Kathryn hanya mencoba untuk menjalani hidup. Tidak yakin ia bisa melewati ulang tahunnya yang ke-24, ia menerima bahwa cinta sejati sudah tidak mungkin menghampirinya.

“Saya tidak bisa membiarkan seseorang mencintai saya. Saya tidak ingin membayangkan bagaimana sakitnya dia ketika saya pergi.”

Kathryn telah memilih lagu untuk di pemakamannya nanti. Sebuah lagu dari Beyonce, berjudul “I Was Here”.

“Saya belum siap untuk itu (kematian) – ada banyak hal yang ingin saya lakukan dan saya belum selesai,” Kathryn mengatakannya sambil tersenyum