Gejala Kanker Usus Besar Wajib Diketahui

Seperti namanya, kanker usus atau bowel cancer merupakan sel sel kanker yang tumbuh dan menyerang bagian usus. Usus merupakan bagian penting dala, tubuh mausia yang berfungsi untuk mencerna makanan. Dapat dibayangkan apabila bagian untuk mencerna makanan ini berfungsi secara tidak wajar, dan diserang oleh penyakit seperti kanker?

Apa penyebabnya?

gejala kanker ususPada dasarnya, kanker usus dapat terjadi karena pola hidup tidak sehat dan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak, kolestrol, kalori yang tinggi, serta mengkonsumsi makanan yang bersifat instan salah satunya adalah bahaya mie instan.

Selain itu, kanker juga dapat timbul karena kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang tidak wajar. Dengan masuknya zat – zat berbahaya ke dalam tubuh, yang bersifat karsinogenik, maka bagian usus dan bagian – bagian lainnya akan mudah terserang kanker.

Bagaimana gejala – gejala kanker usus?

Kanker usus sendiri, karena masih berhubungan dengan sistem pencernaan, memiliki gejala – gejala yang sifatnya mirip dengan beberapa penyakit dan kanker yang berada pada sistem pencernaan, seperti diare, wasir, dan kanker lambung.

Untuk itu, walaupun memiliki gejala yang mirip, perlu dilakukan pemeriksaan secara medis untuk melihat apakah muncul sel kanker pada bagian usus. Gejala – gejala umum dari kanker usus ini antara lain :

  1. Munculnya rasa nyeri ketika melakukan buang air besar. Rasa sakit yang muncul ini disebabkan karena adanya gesekan antara dinding usus yang ditumbuhi sel kanker. Dengan adanya gesekan ini, ada kemungkinan terjadi pendarahan, dan membuat penderitanya mengalami buang air besar yang disertai darah
  2. Tekstur tinja yang berubah dan mengandung darah. Pada penderita kanker usus, biasanya mengeluarkan tinja atau feses yang bercampur dengan darah, selain itu, tekstur dan bentuk dari feses pun terlihat tidak normal. Bentuk fesesnya tipis dan panjang.
  3. Terhentinya atau terhalangnya proses buang air besar. Dengan kondisi kanker yang semakin membesar, sel kanker akan menutupi bagian usus, dan menahan feses untuk keluar, sehingga pasien kanker usus tidak akan dapat buang air besar dalam waktu yang sangat lama. Gejala – gejala dari terhalang atau terhentinya proses buang air besar ini adalah
    • Rasa sakit dan nyeri di perut yang sangat parah
    • Tidak dapat buang air besar pada saat di toilet
    • Adanya pembengkakan signifikan yang dapat terlihat pada bagian perut
    • Muntah – muntah
  4. Perubahan pola buang air besar yang drastic. Perubahan pola buang air besar ini terjadi ketika seseorang mengalami kanker pada usus. Contohnya adalah :
    • Frekuensi buang air besar yang berlebihan, atau malah cukup
  1. Bagian perut terasa tidak nyaman. Sel kanker yang tumbuh di dalam bagian pencernaan seperti usus dan lambung akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bagian perut. Gejala – gejala yang dapat dirasakan pada saat ini adalah :
    • Rasa nyeri dan perih pada perut
    • Inflamasi
    • Perut terasa begah dan kembung

Selain gejala – gejala tersebut, terdapat beberapa gejala umum lain yang mengikuti terjadinya kanker pada tubuh, yaitu :

Merasa Lemah dan Lelah

Tubuh merasa lemah dan lelah adalah beberapa tanda terkena kanker usus.

Bagaimana rasanya:

  • Anda akan merasa sangat lelah dari biasanya, atau ketika anda berolahraga merasakan membutuhkan tenaga yang sangat besar.
  • Tidur sulit bangun, anda sepertinya merasa sangat sulit untuk bangun tidur.
  • Anda merasakan pusing ketika menggunakan tenaga seperti menaiki anak tanga atau ketika berdiri tiba tiba.
  • Anda juga merasakan bahwa wajah anda pucat atau merasa dingin.
  • Dalam kasus ekstrim, perdarahan usus dapat menyebabkan sesak napas.

Mengapa bisa terjadi lemah dan lelah

Polip atau tumor besar dapat berdarah ke dalam saluran pencernaan. Seiring waktu, kehilangan darah dapat menyebabkan anemia kekurangan zat besi dan dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah. Kadar natrium rendah dalam darah karena dehidrasi juga dapat berkontribusi untuk kelelahan.

Apa yang harus dilakukan ?

Cara terbaik adalah dengan melihat feses anda, setiap anda buang air besar, sebaiknya anda melihat perubahan warna atau dengan tisu. Tinja berwarna gelap atau tinja berwarna hitam dapat menunjukkan adanya darah. Namun, kehilangan darah dapat terjadi tanpa ada darah yang terlihat. Tanyakan kepada dokter Anda untuk melakukan tes darah dalam tinja yang dinamakan okultisme, yang dapat mendeteksi darah yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain mungkin adalah tanda awal yang paling umum dari usus besar dan kanker pencernaan lainnya. Selain itu hampir semua gejala kanker seperti gejala kanker serviks dan gejala kanker lambung menyebabkan hal ini.

Bagaimana rasanya:

  • Tidak dapat makanan sesuai dari porsi anda sebelumnya, atau daya makan menurun.
  • Merasa lebih cepat kenyang.
  • Tidak memiliki selera makan

Karena anda tidak mencoba untuk menurunkan berat badan, Anda mungkin tidak melihat penurunan berat badan sampai Anda mendapatkan dalam skala atau celana Anda tiba-tiba merasa longgar.

Apa penyebabnya:

Usus akan terpengaruh oleh tumor yang semakin berkembang, oleh karenanya pencernaan dapat memperlambat dan tidak normal. Ketika kanker usus besar menyebar ke hati, kemampuan tubuh Anda untuk memproses feses akan terganggu, yang menyebabkan hilangnya berat nafsu makan.

Apa yang harus dilakukan: Karena penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan bisa disebabkan oleh banyak kondisi lain, Setidaknya sangat penting untuk berjaga-jaga atau ketika anda mengalami gejala lain yang mendukung maka anda harus segera memeriksakannya ke dokter terkait.

Sakit Perut

Memang ada banyak efek yang dapat menimbulkan sakit perut, salah satunya adalah kanker usus.

Bagaimana rasanya: Sakit perut yang disebabkan oleh kanker usus dapat merasa seperti gas, kembung, dan sakit, atau seperti ada benda yang tajam menusuk hingga menyebabkan nyeri yang berlipat ganda. “Saya pikir saya punya kanker usus” adalah beberapa dari mereka yang didiagnosis kanker usus namun, beberapa orang ternyata mengalami sakit maag kronis atau asam lambung.

Apa penyebabnya: Obstruksi pada usus dapat menyebabkan gangguan pencernaan, mual, dan muntah. Peradangan dapat menyebabkan kram dan nyeri. Ketika gangguan pencernaan akan menyebabkan makanan tidak terolah, sehingga akan menimbulkan asam.

Apa yang harus dilakukan: Hati-hati jika dokter mendiagnosis gangguan pencernaan asam atau mulas dan memberikan resep untuk obat mulas. Tidak apa-apa untuk sementara waktu, Namun jika gejalanya tidak kunjung hilang maka sebaiknya untuk memeriksakan pada dokter terkait.

Nyeri Perut

Berbeda dengan sakit perut, nyeri pada bagian sekitar perut cenderung lebih “halus”, namun siapa sangka bahwa rasa nyeri ini adalah salah satu bagian gejala kanker usus yang mematikan.

Bagaimana rasanya: Rasa sakit yang terjadi ketika ada seseorang yang mengenai perut anda ketika terpantuk atau saat berolahraga. Perbedaannya dengan rasa sakit perut adalah, biasanya nyeri perut ini lebih condong berasal dari luar.

Apa penyebabnya: Biasanya, nyeri perut terjadi ketika tumor sudah mulai menghalangi aliran usus atau ada perforasi usus. Rasa nyeri juga bisa menjadi tanda bahwa kanker telah mulai menyebar ke organ lain.

Apa yang harus dilakukan: Tunggu beberapa hari untuk melihat apakah rasa sakit hilang, karena dapat disebabkan ketika anda keracunan makanan. Gejala ini juga dapat terjadi karena parasit, yang dokter dapat menguji dengan sampel tinja. Jika rasa sakit atau nyeri berlanjut, hubungi dokter Anda dan meminta pemeriksaan penuh

Apabila diperhatikan secara seksama, semua gejala – gejala dari kanker usus yang telah disebutkan tidak jauh berbeda dengan gejala – gejala yang timbul pada penderita penyakit pencernaan non – kanker, seperti asam lambng, usus buntu, radang lambung, dan ambeien.

Diagnosa Kanker Usus

Untuk mendiagnosa kanker usus pada stadium awal mungkin sangatlah sulit. Dan apabila sudah mencapai stadium lanjut pun akan memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit yang menyerang bagian pencernaan.

Yang terpenting adalah apabila anda merasakan 3 atau lebih gejala di atas, dengan frekuensi yang cenderung menetap dan bertambah parah, anda harus memeriksa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut, seperti :

  1. CT – Scaan
  2. MRI
  3. Biopsi
  4. Cek darah

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter dapat menyatakan grades atau tingkatan ( bukan stadium ) untuk membedakan normal atau tidaknya sel – sel yang berada dalam usus. Grades tersebut antara lain :

  1. Grade 1
    • merupakan grade terendah ( lower grade )
    • sel kanker pada grade ini terdiferiansi secara normal, yang artinya, pada grade ini sell kanker terlihat sama persis dengan sel – sel yang normal di dalam usus.
    • Gejala kanker pada grade ini sudah terlihat, namun masih belum mengarah pada dugaan kanker
  1. Grade 2
    • Merupakan grade yang bersifat moderat
    • Sel kanker memiliki sedikit perbedaan, dan dapat terlihat sedikit abnormal dan berbeda dengan sel – sel normal pada umumnya
  1. Grade 3
    • Merupakan grade tertinggi ( hi grade )
    • Pada grade ini, sel kanker benar – benar terlihat abnormal, dan mudah dicirikan.

Selain mebuat tingkatan grade dan diferensiasi tersebut, gejala – gejala dari kanker usus juga dapat dilihat dan dirasakan pada tahapan atau stadium dari kanker usus tersebut. Gejala – gejala dilihat berdasarkan bagaimana kanker menjangkit tubuh, serta bagaimana kanker tersebut tersebar ke organ tubuh lainnya.

  1. Stadium 0. Merupakan kondisi dimana terdapat kanker pada bagian usus, namun belum berkembang. Pada stadium ini, gejala kanker tidak akan terasa.
  2. Stadium I. Pada tahap ini, kanker mulai berkembang dan tumbuh pada bagian dalam usus Pada stadium ini, gejala gejala seperti rasa nyeri pada perut sudah mulai terasa.
  3. Stadium II. Stadium II terdiri dari 2 tahapan, yaitu :
    • Stadium II A. Pada tahapan ini, kanker sudah tumbuh pada bagian luar usus, namun belum menyebar ke kelenjar getah bening.
    • Stadium II B. Sel kanker pada stadium II B ini sudah berada pada luar usus, dan sudah mulai menginfeksi selaput – selaput dan organ yang berada di sekitarnya. Dengan tumbuhnya sel kanker, rasa nyeri akan semakin menjadi, dan akan muncul gejala – gejala pendarahan
  4. Stadium III. Stadium III terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu :
    • Stadium III A Pada stadium III A, terdapat beberapa kemungkinan, yaitu :
      • Kanker masih berada pada lapisan usus
      • Kanker sudah tumbuh dan menyerang bagian otot
      • Kanker sudah menyebar ke 1 – 3 kelenjar getah bening
    • Stadium III B. Stadium III B menunjukkan bahwa :
      • Kanker sudah tumbuh pada lapisan luar usus
      • Kanker sudah menjalar ke selaput – selaput dan organ – organ pada tubuh
      • Kanker sudah menjalar ke lebih dari 1 – 3 kelenjar getah bening
    • Stadium III C
      • Pada stadium III C, kanker usus ini :
      • Tersebar ke pada 4 atau lebih kelenjar getah bening
      • Tidak menyebar ke bagian tubuh atau organ lain.

Gejala yang timbul pada stadium ini adalah kesulitan dalam membuang air besar, serta gejala lain yang berupa terhalangya atau tersumbatnya usus sehingga pasien tidak dapat melakukan buang air besar.

  1. Stadium IV. Pada stadium ini, sel kanker sudah menyebar ke seluruh organ tubuh. Gejala – gejala yang parah, yang menunjukkan tumbuhnya kanker di lokasi lain pun muncul, sesuai dengan bagian tubuh mana yang tersrang kanker.

 

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

Post Date: Sunday 08th, March 2015 / 06:54 Oleh :
Kategori : Kanker Usus